* Wawancara Khusus Chairil Effendy
Redisign Untan untuk 50 Tahun ke Depan
Tiga hari yang lalu Untan mewisuda mahasiswa, baik program S1, S2, maupun Diploma. Berikut ini petikan wawancara khusus wartawan Borneo Tribune, Tantra Nur Andi dengan Rektor Untan, Dr H Chairil Effendy, MS yang dilakukan Selasa (26/2) di ruang kerjanya.
Apa kabarnya Pak Rektor?
Kabar baik. Sejumlah aktivitas harus saya selesaikan.
Apa kegiatan yang akan segera dilakukan?
Besok, Kamis, 27 Februari kita wisuda mahasiswa strata 1 di Gedung Auditorium. Di Bulan Mei nanti kita akan menjadi tuan rumah Forum Rektor seluruh Indonesia. Juga Menteri Pertanian insya Allah akan berkunjung ke Untan untuk peresmian Orchid Center yang merupakan kerjasama Untan dengan Dinas Pertanian.
Soal wisuda, berapa jumlah mahasiswa Untan yang diwisuda?
1.509 Sarjana, terdiri 1. 280 program S1 dan 299 program Diploma. Program strata dua juga diwisuda sebanyak 112 orang.
Dari delapan 8 fakultas yang ada, fakultas mana yang paling banyak mewisuda mahasiswanya?
Fakultas Ekonomi menjadi fakultas yang meluluskan mahasiswa terbanyak yaitu 278 mahasiswa, kemudian FKIP 220, Fakultas Hukum 165, FISIP 123, Pertanian 116, Fakultas Teknik 97 mahasiswa, Fakultas Kehutanan 64 dan FMIPA 35 mahasiswa.
Untuk Program Magister (S2) mahasiswa Untan yang diwisuda Program Ilmu Sosial ada 63, program Manajemen 34, Teknik Sipil 9 dan Ilmu Hukum 6 mahasiswa
Para sarjana pasti mau bekerja. Berapa persen lulusan Untan yang telah terserap di pasar tenaga kerja?
Sekitar 80 persen lulusan Untan telah diserap lapangan kerja, 20 persennya masih menganggur.
Yang sudah terserap di dunia kerja, mereka bekerja di bidang apa saja sesuai data Untan?
62,3 persen lulusan Untan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, 37,3 persen lulusan tidak bekerja sesuai dengan bidang keahliannya.
Bagaimana perkembangan terakhir dari tahun ke tahun lulusan Untan yang telah bekerja?
Data terakhir mengenai lulusan Untan yang sudah berkerja berdasarkan tahun kelulusan: 2002 yang sudah bekerja 84 persen sedangkan yang belum 16 persen.
2003 yang sudah bekerja sebanyak 90 persen, sedangkan yang belum bekerja 10 persen. 2004, yang sudah bekerja 71 persen dan yang belum 29 persen. 2005 yang sudah bekerja sebanyak 67 persen dan yang belum sebanyak 33 persen.
Tahun 2006 yang sudah bekerja sebanyak 86 persen dan yang belum sebanyak 14 persen.
Dari data tersebut, rata-rata alumni Untan yang sudah bekerja berdasarkan tahun kelulusannya adalah sebesar 80 persen, sedangkan yang belum adalah 20 persen.
Berapa persen lulusan Untan yang bekerja sebagai PNS ?
Sebanyak 18,64 persen lulusan Untan bekerja sebagai PNS, 64,41 persen alumni Untan bekerja pada institusi swasta. 8,47 persen bekerja pada BUMN atau BUMD memiliki jumlah yang sama dengan alumni yang bekerja sebagai wiraswasta.
Lulusan dari fakultas mana mahasiswa yang tercepat mendapatkan pekerjaan?
Berdasarkan kecepatan mendapatkan pekerjaan, alumni Untan untuk mendapatkan pekerjaan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan paling cepat. Mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 19 bulan. Di peringkat kedua, Fakultas Pertanian. Kalbar yang agraris, punya primadona perkebunan, daya serap alumni pertanian tak lebih dari 20 bulan. Alumni Untan yang paling lama menunggu hingga bisa mendapat pekerjaan adalah dari Fakultas Hukum. Rata-rata lama mereka menunggu mencapai waktu 3 tahun.
Mahasiswa dari fakultas mana yang mendapat IPK tertinggi?
Mahasiswa dari FMIPA atas nama Hasanudin dengan nilai IPK 3,9 untuk ilmu eksak sedangkan untuk ilmu non eksak atas nama Puji Astuti.
Apa harapan Anda terhadap lulusan Untan untuk membangun Kalbar ?
Diharapkan lulusan diploma III PGSD dapat melanjutkan kualifikasi pendidikannya ke program sarjana di Universitas Terbuka. Yang belum dapat melanjutkan pendidikannya ke S1 dapat bekerja sebagai guru-guru honorer.
Lulusan diploma Untan ini adalah orang-orang terdidik yang diharapkan dapat kembali ke kampung halamannya untuk segera membangun daerahnya masing-masing. Dapat menjadi panutan di tengah masyarakat agar dapat menjadi teladan di masyarakat dan bisa survive di tengah masyarakat dengan menciptakan lapangan kerja. Paling tidak untuk diri sendiri. Jangan tergantung pada kesempatan kerja di sektor formal.
Untuk lulusan non kependidikan diharapkan dapat membuka lapangan kerja di sektor non formal karena memang saat ini peluang membuka lapangan kerja di sektor non formal jauh lebih banyak dari lapangan kerja di sektor formal.
Apa pesan Anda terhadap lulusan Untan?
Sebagai orang terdidik dan telah menguasai bidang keahlian tertentu, para lulusan diharapkan dapat mengembangkan dan menerapkan keahliannya di tengah masyarakat dengan berupaya membuka lapangan kerja paling tidak untuk dirinya sendiri. Lulusan harus dapat mengembangkan bidang-bidang usaha di sektor non formal, jangan mengharapkan untuk menjadi PNS saja.
Berapa jumlah dosen Untan sekarang?
Data terakhir 2007 jumlah dosen Untan ada 906 orang terdiri dari S1 282 orang, S2 549 orang, dan S3 75 orang.
Berapa jumlah mahasiswa Untan sampai 2007/2008?
Jumlah mahasiswa Untan sampai 2007/2008 reguler dan non regular program Diploma dan S1 ada 13.224 sedangkan S2 ada 490 orang.
Apa visi yang hendak Anda wujudkan selaku pucuk pimpinan di Untan?
Untan sudah berdiri sejak 1959, program ilmiah pokoknya perlu diorientasi ulang dari lahan basah dan gambut. Apakah tidak lebih baik yang menjadi kebutuhan zaman sekarang seperti farmakologi. Soalnya gambut sudah jadi trademark Kalteng dengan lahan sejuta hektar. Untuk ini saya mengajak para pakar di Untan berpikir ulang tentang pola ilmiah pokok.
Ada lagi?
Ada. Desain ulang atau redesign tata ruang Untan untuk menjawab kebutuhan zaman hingga 50 tahun ke depan. Saya juga sudah minta rancangkan desainnya kepada pakar-pakar di Fakultas Teknik. Amat sangat disayangkan jika Untan yang luas ini kurang terkelola dengan cara yang optimal. Untuk itu ilmu planologi perlu diterapkan secara terintegral dengan ilmu-ilmu lainnya. Selain itu pembenahan internal juga kita lakukan dengan efisiensi, peningkatan mutu riset, serta hal-hal kecil tapi berpengaruh kepada mutu lulusan. Sebutlah misalnya mahasiswa yang ujian skripsi harus membawa buku daftar pustakanya. Yang demikian menunjukkan mereka betul-betul membaca dan menjadikan budaya baca terikat kuat di lembaga kampus.
Pesan-pesan Anda?Kepada mahasiswa, dosen dan semua insane akademis untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Khusus kepada mahasiswa saya berpesan untuk benar-benar memanfaatkan waktu untuk belajar. Waktu itu perjalanannya sangat cepat serta tak bisa kembali lagi walaupun sedetik
Rabu, 26 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar